LaserDisc adalah format media penyimpanan video optik analog yang menggunakan laser untuk membaca data. Ini adalah media komersial pertama yang menggunakan laser untuk memutar video, meskipun formatnya analog, bukan digital seperti DVD. LaserDisc populer pada 1980-an dan 1990-an, terutama di kalangan penggemar film, meskipun tidak pernah mencapai popularitas luas seperti format video lainnya.
Berikut beberapa poin penting tentang LaserDisc:
Format Analog:
Penyimpanan Video dan Audio:
LaserDisc dapat menyimpan satu jam video per sisi (pada cakram 12 inci) dalam format CLV (Constant Linear Velocity).
Kualitas Video dan Audio:
LaserDisc dikenal memiliki kualitas video dan audio yang lebih baik dibandingkan dengan format video rumahan lainnya pada masanya seperti VHS, meskipun tidak sebaik kualitas CD.
Ukuran:
LaserDisc berukuran 12 inci, mirip dengan piringan hitam, dan dapat diputar pada kedua sisinya.
Tidak Dapat Merekam:
LaserDisc hanya bisa memutar video, tidak bisa merekam acara televisi.
Popularitas:
LaserDisc lebih populer di Jepang dan di kalangan penggemar film, tetapi tidak mencapai popularitas luas di Amerika Utara.
Akhir Popularitas:
Penjualan cakram LaserDisc baru di Amerika Utara berhenti pada tahun 2000, meskipun format ini masih dihargai oleh para kolektor.
Perbandingan dengan Format Lain:
LaserDisc menawarkan kualitas visual dan audio yang lebih baik dari VHS, tetapi kurang fleksibel dibandingkan format digital seperti DVD. Beberapa orang berpendapat bahwa LaserDisc memiliki kualitas gambar yang lebih "halus" dan "alami" daripada DVD.
Sumber : berbagai sumber di internet.
Sumber gambar :




Tidak ada komentar:
Posting Komentar